Minggu, 03 Mei 2009

Inspiring Words

"Ketika aksara memendam kuasa, kenapa kita biarkan ia lari berkelana..."

Remember:
"Anak-anak 'kiri' itu, mereka menyusun karya tulis setebal 1,7 m! Bukan main!!" (fizh)

"Hati-hatilah pada setiap amal yang dilakukan, syetan selalu memanfaatkan sisi kelemahan." (Joe)

"Orang yang bijak adalah mereka yang selalu menasehati dengan ikhlas. Tanpa pamrih. Dan rendah hati. Dan tidak menyembunyikan apa-apa yang nilainya baik. Termasuk kejujuran diri." (Joe)

"Kau adalah singa muda Islam yang cendekia, brilliant. Buktikan kepada dunia!!!" (someone)

"The Jihad is in need of money, and men is in need of Jihad!" (Abdullah Yusuf Azzam)

"Know yourself and decide what you want most of all to make out of your life. Then write down your goals and plan to reach them." (Money Making; Secrets of the Milionaires, p. 25)

"Pandangan negatif-mu terhadap dirimu sendiri menyebabkan kerendahanmu. Pandangan positif-mu terhadap dirimu sendiri menyebabkan kesuksesanmu."

"Jangan engkau rendahkan cita-citamu. Sesungguhnya aku tidak melihat orang yang lebih malas daripada orang yang rendah cita-citanya." (Umar bin Khathab)

"Mengapa kita tidak belajar mengenai hidup dari pohon pisang...Pohon pisang tak rela mati sebelum mampu berbuah, dan tak akan ikhlas berbuah sebelum tumbuh tunas di sampingnya..."

"Nothing goes by luck in composition. It allows of no tricks. The best you can write will be the best you are."

"Reading makes a full man; talking, a ready man; writing, an exact man."

"Practice makes perfect."

Remember:
"SO MANY BOOKS, SO LITTLE TIME !!!"


"Semakin sering orang menulis, dan semakin sering pula orang memikirkan tulisannya, semakin bagus jualah tulisannya." (Dean Koontz)

"Join with the atqiya`, the abriya`, and the akhfiya`." (Ust. Umar Faqihuddin)

“Prinsip pertama saya dalam hal menulis adalah membebaskan diri. Ini berarti, saya harus membebaskan diri saya dari hal-hal apapun. Agar kata-kata dari dalam diri saya dapat keluar dan kemudian tersusun menjadi kalimat-kalimat bermakna, sya harus menganggap diri saya seorang diri pada saat menulis.”__Hernowo, ABISP

“Aku, sejak pertama menulis, mencoba berpegang pada prinsip yang aku anggap cukup ideal untuk diriku. Prinsip itu terangkum dalam akronim RAW (mentah)-WAR (perang); Kepanjangannya ialah Read, Analyze, Write.”__Herliawan Setiabudi

"Jika kau mengekor langkah orang lain, kau akan kehilangan masalah-masalah yang sesungguhnya sangat berharga jika kau pecahkan sendiri."__[Shadow Divers, p. 134]

"Keistimewaan itu lahir dari persiapan, dedikasi, konsentrasi, dan kegigihan; jika kau kompromikan salah satunya, kau akan jadi orang kebanyakan."__[Shadow Divers, p. 134]

"Periksa segala sesuatu; tidak semua hal seperti yang terlihat atau seperti yang dikatakan orang lain kepadamu."__[Shadow Divers, p. 134]

"Tetapi aku punya sesuatu yang istimewa, yaitu keberanian. Menjadi Pangeran Pemberani lebih aku sukai daripada jadi Pangeran Rupawan, karena aku harus punya keberanian."__[Shadow Divers, p. 117]

"Yang paling penting, Chatterton tak pernah mau menyerah." [Shadow Divers, p. 143]

"Kakek mereka membela kehormatan dirinya sebagai lelaki sejati." [Shadow Divers, p. 116]

"Kakek mereka itu menghargai keunggulan dan kegigihan, dan bahwa kehidupan bisa jadi tak terbatas bagi orang-orang bercita-cita tinggi dan tak pernah menyerah." [Shadow Divers, p. 117]

"Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya."

"Kasih ibu, bagai sang surya menyinari dunia. Hanya memberi tak harap kembali."

"I'm the equal of any man, I have within me the capacity to achieve whatever I desire, and I intend to do just that."

"So, declare war, rigt now, on your negative thoughts. As quickly as you do, you'll find that your fear of the future, of insecurity, of defeat, will rapidly dissipate."

"False beliefs, negative thinking, are based upon doubt and fear. And there is no realistic reason why you should be a victim of them."

"The winners override fear and doubt!"

"Do more than you get paid for and soon you'll be paid for more than you do!"

"Air. Menyesuaikan bentuknya ke manapun ia bergerak dalam alirannya, menyingkirkan batu-batuan yang menghalangi, memuluskan batu-batuan besar. Ia tidak pernah berhenti, ia tidak pernah sama. Semakin cepat ia bergerak, semakin jernihlah ia jadinya."

"Jangan pernah menjelaskan kepada orang-orang Anda, cara melakukan segalanya. Jelaskan saja apa yang harus dilakukan maka mereka akan mengejutkan Anda dengan orisinalitas mereka."

"Rayap. Dari dalam struktur rumahnya, diam-diam rayap memakan kayunya, pasukannya dengan sabar menembus tiang dan penopang. Pekerjaan mereka tidak ketahuan, namun hasil karya mereka pasti dahsyat."

"Menaklukkan bukanlah apa-apa. Kita harus untung dari sukses kita."

"Matahari. Ketika matahari terbenam di bawah cakrawala, ia meninggalkan berkas cahaya cemerlang yang layak dikenang. Kembalinya matahari selalu dinantikan."

"Bumi dan langit begitu luas. Apa yang ditakdirkan oleh-Nya..."

"Sebuah kaum yang generasinya berbondong-bondong memburu syahadah. Tak kenal kata kalah, menyerah." (Khalid bin Walid)

"Menulis adalah tradisi para ulama. Lestarikan budaya menulis sebagai wujud peneladanan terhadap mereka." (Herliawan Setiabudi, The Compilation of Wise Words)

"KEKACAUAN-adalah tempat lahirnya IMPIAN CEMERLANG." (I Ching)

"Dinding. Lawan Anda berdiri di balik sebuah dinding, yang melindungi mereka dari orang asing dan penyusup. Jangan membenturkan kepala Anda ke dinding tersebut atau mengepungnya; temukan pilar dan penopang yang menjadikan dinding tersebut berdiri dan yang memberinya kekuatan. Galilah di bawah dinding tersebut, rusak fondasinya hingga dinding tersebut ambruk dengan sendirinya."

"Ia selalu mengikuti perkembangan zaman dan turut berubah sesuai perubahan zaman. Yang bertahan adalah prinsip yang teguh, hukum batiniah keberadaannya, yang menentukan segala tindakannya." (I Ching)

"Kalau ada cita-cita yang layak dibidik, seharusnya kita bercita-cita menjadi seorang pejuang strategis, pria atau wanita yang mengelola situasi-situasi sulit dan orang-orang sulit melalui manuver yang cerdik dan cerdas."

"Dalam menghadapi lawan cerdik yang juga menggunakan strategi, berkembanglah tekanan ke atas: untuk meraih keunggulan, seorang jenderal harus lebih strategis lagi, lebih tidak langsung dan lebih cerdik lagi, daripada pihak lawan."

"Para pemimpin militer menemukan bahwa semakin mereka berpikir dan membuat rencana di depan, semakin besar kemungkinan mereka sukses."

الصبر مر في مذاقته ولكن عواقبه أحلى من العسل

Tidak ada komentar:

Posting Komentar