Allah, Kepada-Nya Bergantung Segala Sesuatu
Hafizh Assami
Allaahush Shamad. Ayat ini, saat ini, betul-betul aku rasakan memiliki kekuatan dahsyat yang akan mengubah persepsiku tentang segala aktivitas yang aku lakukan. Tiada kekhawatiran dalam berbuat sebuah kebaikan, jika jauh di dalam relung hati telah tercetak keyakinan kuat bahwa hanya Allah sematalah Dzat yang akan memberi ekses di setiap gerakan kita. Oleh sebab itu, segala-galanya aku gantung harapan tinggi kepada-Nya. Subhaanallaah.
Di setiap lembar uang sedekah, ada kekuatan keyakinan: tidak mungkin hamba-Nya yang mengeluarkan uang sedekah ini akan mengalami kesulitan finansial dalam hidupnya. Syaratnya, semua diserahkan keputusannya kepada Allah. Allah jua yang akan menanggung beban dan tekanan kehidupan ketika kita mengadu kepada-Nya. Sebab, Dialah tempat segala sesuatu bergantung dan mendapatkan ruh di setiap aliran dan gerakannya. Tak lain dan tak bukan, Allah semata yang menggerakkan dan mengatur alurnya.
Oh..Allah! aku yakin, kesulitan-kesulitan dalam hidup ini sebetulnya adalah keindahan yang Engkau berikan kepada hamba-Mu jika saja orang yang mengalaminya itu mau sedikit mengubah persepsinya tentang hakikat problematika kehidupan. Jika prosedur-prosedur amal telah diupayakan maksimal menurut teori yang masuk akal (reasonable) dalam versi manusia, maka ia tinggal melaju dengan amal tersebut sembari menyerahkan hasil akhir dari pekerjaannya itu kepada Allah. Apa pun hasil akhirnya, itu adalah ketetapan Allah. Manusia akan diberi ganjaran sesuai besar-kecil upayanya. Dan Allah berjanji, sekecil apa pun bentuk amal baik hamba, pasti tidak akan disia-siakan-Nya. Dia Maha Adil, Dia tidak pernah ingkar dengan janji-Nya.
Membaca ayat di atas, merenunginya, seakan aku mendapati sebuah oase di tengah padang gersang rona kehidupan. Ketika semua persoalan menghimpit dan menimpa seakan tanpa ampun, penat, gelisah dan khawatir membekap otak hingga tak mampu berpikir jernih, munculnya oase itu membuat segalanya kembali memiliki harapan hidup dan urat-urat syaraf kembali meregang setelah sekian lama menegang.
Tak ada yang sulit, insyaAllah, jika persepsi kita dalam memandang hidup telah selaras dengan tuntunan Alquran dan Assunnah.*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar